Ziarah Kubur
Maksud utama ziarah
(mengunjungi) kubur adalah mendoakan mayat dalam kubur yang diziarahi.
Penziarah juga boleh membacakan surat-surat tertentu dalam Al-Qur’an yang pahalanya
dihadiahkan kepada mayat penghuni kubur tersebut. Syeikh Imam Abu Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi
menerangkan pada akhir bab jenazah dalam kitabnya Al-Mughni,
bahwa membaca Al-Qur’an di kuburan itu diperbolehkan. Beliau mengutip pernyataan Imam Ahmad, "Jika kalian memasuki kuburan, bacalah
ayat kursi dan
Al-Ikhlas (masing-masing)
tiga kali, lalu nyatakan: ’Ya Allah, sesungguhnya
pahalanya untuk para penghuni kubur ini."
Manfaat ziarah kubur itu agar kita ingat
pada kematian.
Abdullah bin Buroidah ra.
mengungkapkan, Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Dulu aku melarang (kalian) berziarah
kubur. Sekarang berziarahlah, karena itu akan mengingatkan kalian pada
akhirat." (HR. Ahmad dan Muslim) Dulu Nabi Muhammad Rosulullah saw. melarang para sahabat
berziarah kubur, karena masih dekatnya masa mereka dengan zaman Jahiliyah. Baru
setelah mereka memahami ajaran Islam
dengan baik, diizinkanlah mereka oleh syara’ untuk
berziarah kubur.
Kalau Nabi Muhammad Rosulullah saw. saja memerintahkan
umatnya agar berziarah kubur, mengapa kita harus melarangnya? Hal ini penulis
pertanyakan karena sudah ada segelintir ustadz yang melarang keras umat Islam untuk berziarah ke
makam para wali. Bahkan mereka berani memvonis ziarah ke makam wali itu bid’ah sesat. Jadi kalau ada orang yang melarang kita berziarah kubur, abaikan
saja. Sebab dengan menziarahi kubur orang tua kita dan orang-orang yang berjasa
terhadap pengembangan Islam tidak hanya membuat kita teringat akhirat. Melainkan juga akan
menginspirasi dan memotivasi kita untuk lebih berani mendakwahkan Islam terutama kepada
orang-orang yang belum beriman.
Etika berziarah kubur, antara lain.
-
Sesampai di pintu makam ucapkanlah salam.
Buroidah ra. menginformasikan, Muhammad Rosulullah saw. sering mengajarkan
kepada para sahabat agar jika berziarah kubur mengucapkan: Assalaamu ’alaikum ahlad diyaari minal mukminiina wal muslimiina wa innaa insyaa Allaahu bikum Laachiquun. As alullaaha lanaa walakumul ’aafiyah (Salam
sejahtera semoga terlimpahkan atas kalian wahai penghuni perkampungan
orang-orang mukmin dan muslim, dan kami insya Allah akan menyusul kalian.
Semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada kami dan kepada kalian. " (HR. Muslim)
-
Sesampai di makam yang dituju hendaklah memberi salam secara khusus:
"Assalamu’alaika ... (sebut namanya)
-
Jangan berjalan melangkahi kuburan
- Jangan duduk pada nisan makam; dan
- bacalah surat Yasin atau tahlil dan hadiahkan pahalanya kepada mereka,
serta doakan agar penghuni kubur diampuni dosa- dosanya oleh Allah SWT.
******
Bagikan ke